Home » Cincin Cinta Miss Titin by Hermawan Aksan
Cincin Cinta Miss Titin Hermawan Aksan

Cincin Cinta Miss Titin

Hermawan Aksan

Published November 5th 2010
ISBN :
Paperback
209 pages
Enter answer

 About the Book 

Sejak masih muda, ia terobsesi kepada Dayang Sumbi, perempuan jelita yang hanya ada dalam legenda. Obsesi itu menemukan jalannya ketika satu rombongan sandiwara Sunda mengadakan pagelaran di kampungnya, sebuah desa Sunda di Jawa Tengah. Miss Titin,MoreSejak masih muda, ia terobsesi kepada Dayang Sumbi, perempuan jelita yang hanya ada dalam legenda. Obsesi itu menemukan jalannya ketika satu rombongan sandiwara Sunda mengadakan pagelaran di kampungnya, sebuah desa Sunda di Jawa Tengah. Miss Titin, sripanggung rombongan asal Jawa Barat itu memenuhi angannya akan sosok Dayang Sumbi—kecantikan alami putri Priangan yang legendaris. Lebih-lebih ketika suatu pagi secara tidak sengaja ia melihat sang primadona mandi telanjang di suatu sumur di tepi kali. Dari situ ia membayangkan dirinya sebagai Sangkuriang, yang bermimpi suatu saat bersanding dengan si jelita Dayang Sumbi.Namun impiannya terbentur oleh kenyataan bahwa ia hanyalah remaja ingusan, belum tujuh belas tahun- sedangkan Miss Titin seorang primadona yang berusia matang, telah melewati sembilan belas tahun. Ia hanyalah salah seorang dari ratusan pengagum yang mendamba cinta Miss Titin, sang bintang yang bersinar jauh di awang-awang.Berbekal sebuah lukisan yang diberikannya lewat seorang teman, ia perlahan-lahan mulai mendapat perhatian dari ‘sang bintang’. Tetapi ia harus menerima kenyataan bahwa Miss Titin pun menganggapnya sekadar remaja belia. Miss Titin, yang sangat menikmati perannya sebagai Dayang Sumbi, pun melihatnya sebagai Sangkuriang—anak sendiri.Kenyataan lain, setelah sebulan lebih mengadakan pagelaran, rombongan itu harus pulang ke kota asal mereka di Jawa Barat. Ia dan Miss Titin bertemu justru pada menit-menit terakhir menjelang kepergian sang sripanggung.Apakah cintanya mendapat sambutan mesra Miss Titin? Apakah obsesinya sebagai Sangkuriang yang mendamba Dayang Sumbi, akan menjadi kenyataan?Di pagi yang remang, sebuah sumur buatan yang menempel di tebing cadas di sisi utara kali, tak lebih dari lima meter dari tempatku berdiri, seorang perempuan asyik menciduk air, kemudian mengguyurkannya ke rambutnya, perlahan-lahan, seakan-akan menikmati setiap butiran air yang tercurah. Air segera membasahi rambut hitamnya yang tergerai hingga melewati punggung. Sebagian membasahi pundak, lengan, dan berjatuhan menimpa pinggang dan pahanya yang telanjang.Aku terpaku seperti patung batu. Mataku terpancang dengan pikiran yang seakan terbang.“Siapa dia?” tanyaku.“Dayang Sumbi.”***Ah, sejak saat itulah aku terobsesi kepadanya. Kadang aku tak bisa membedakan, apakah aku mendambakan Dayang Sumbi atau Miss Titin, pemeran Dayang Sumbi.Dan, impianku harus membentur kenyataan bahwa aku hanyalah remaja ingusan, sedangkan Miss Titin seorang primadona yang berusia matang. Aku hanyalah salah seorang dari ratusan pengagum yang mendamba cinta Miss Titin, sedangkan Miss Titin adalah sang bintang, yang bersinar jauh di awang-awang.Apakah aku hanya akan menjadi Sangkuriang, yang ditakdirkan untuk terus mengejar sang primadona dambaan hati?